Senin, 08 Februari 2010

Fanfic Kimbum Hero dbsk So ji sub

chapter 1

chapter 2

sepeninggalan ji sub oppa dan changmin,suasana ruang makan saat itu benar - benar hening. aku dan jae joong sibuk dengan kegiatan sndiri. aku melahap bubur ayamku dengan malas. bukan karena tidak enak, tapi karena jae joong berada disana. di ruang makan. dan hanya berdua denganku!!

"kau kenapa? kog daritadi diam saja?"

aku pura- pura tidak mendengar ucapannya itu. rasanya sangat malas untuk meladeninya. yang ada nanti malah bertambah buruk suasana hatiku.

"hye won, kau tidak dengar aku sedang berbicara dengan mu?? apa kau tuli??"

sialan! dia mengataiku lagi! aku coba bersabar. aku menghela nafas, dan kembali menyendokkan bubur ayam itu ke mulutku lagi. dan berpura - pura tidak mendengar ocehannya.

"ya!!!!! aku sedang berbicara denganmu!! jawab pertanyaanku!! apa kau tuli??"

ku gigit bibir bawahku. amarahku hampir saja meledak. tetapi aku masih bisa menahannya. aku kembali menghela nafas dan mencoba tidak menghiraukan ucapannya.

"ya!!!!!! so hye won!! aku sedang berbicara pada mu?? kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?? apa kau tuli???"
"kau tak lihat aku sedang makan?" ujarku dengan suara bergetar. menahan marah.

jae joong terdiam. sepertinya dia tak puas dengan jawabanku. kulirik dia dengan sudut mataku. dia terlihat kesal dan gelisah. sesekali dia menyendokkan bubur ayam ke mulutnya. dan sesekali dia menggaruk kepalanya sambil mendecak- decak.
geli juga aku melihat dia bertingkah seperti itu. sebenarnya kalu mau jujur dia itu sebenarnya manis. juga tampan. hanya tidak tau kenapa sikapnya buruk sekali padaku, jika dibandingkan dengan teman-teman wanitanya. entah apa yang ada di dalam pikirannya. mungkin ia membenciku karena aku adik tirinya. tapi kepada so ji sub oppa,dia biasa - biasa saja.
kulirik dia dari sudut mataku. wajahnya masih terlihat kesal bercambur bingung. aku tersenyum sdnri. sebenrnya kalau sifat jelek + sering mengejeknya bisa dihilangkan pasti dia akan sangat manis. dan mungkin aku bisa jatuh cinta pdanya.
dia datang ke hidupkan sejak 5 bulan yang lalu. ayahku mengenalkannya sebagai anak dari calon ibu baruku. tentu saja aq dan so ji sub oppa awalnya kaget, namun demi kebahagiaan appa, aku dan so ji sub oppa hanya dapat menerimanya dengan ikhlas.
jae joong dan aku berumur 20 tahun, hanya bulan yang membedakan ulangtahun kami. karena jae joong lahir lebih dulu daripada akku, yaitu 30 januari, sedang kan aku lair pada tanggal 30 agustus, maka ditetapkan jae joong lah sebagai anak kedua. dan disusul changmin yang berumur 18 tahun sebagai anak terakhir.
karena satu dan dua sebab, ayah dan ibu(tiri)ku tetap tinggal di amerika. sedangkan jae joong dan changmin tinggal di korea. bersama dengan so ji sub oppa dan aku. ayah dan ibu tidak merasa khawatir karena mereka percaya kami sudah dewasa dan bisa menjaga diri sendiri.

"kenapa kau tertawa? ada yang lucu dari diriku kah?"

aku tersentak. rupanya daritadi aku tidak henti -hentinya tertawa. dan ternyata dia memperhatikan ha itu. aku berdehem. untuk mengurangi salah tingkahku dan memasang tampang jutek pdanya.

"siapa yang tertawa? pede sekali kau"
"mweo???? aku kan bertanya baik- baik, tidak bisa menjawab dengan baik-baik juga kah? dasar cewek psycho!!"
"mweoya?? psycho???"
" kalau bukan psycho apa namanya?? pertama kau bangunkan aku setiap pagi dengan cara yang luar biasa!!! lalu setiap pagi kau masakkan makanan yang tak bisa ku makan!! sekarang kau tertawa sendiri!! apa itu namanya bukan psycho??"
"mweo??" ujarku sambil menatapnya. kubuang muka ku dan segera berdiri dari meja makan. hilang sudah nafsu makanku pagi itu. kubereskan segera piring2 yang terdapat di meja makan. termaksud piring jae joong.

"eh..ya!!!!! sedang apa kau?? kenapa piringku diambil??"
"katanya tak bisa makan ini? daripada di hina - hina terus lebih baik ku buang saja. kasian kan makanan itu untuk dimakan bukan untuk dihina-hina"
"wae??? lalu aku makan apa? kau kasian pada makanan tapi tak kasian padaku?"
"kasian? padamu? aku sudah gila kalau aku merasa kasian padamu!"

ku letakkan piring dan gelas di wastafel dengan kasar. jae joong sedikit tersentak. kucuci semua piring dengan kasar karena masih kesal. jae joong terdiam melihat ulahku. tersirat takut di wajahnya.

"so hye won!! masakkan aku sesuatu!! aku lapar!! sudah telat untuk pergi ke kampus ini!! kau tahu sndiri aku tak bisa belajar kalau perutku kosong!!"
"tadi kan sudah ku masakkan tapi tidak kau sentuh"
"bagaimana mungkin aku bisa memakannya?? itu bukan makanan, tega sekali kau berikan itu kepadaku!"
"oppa dan changmin tidak keberatan memakan itu. kau saja yang banyak tingkah"
"mweo?? aku banyak tingkah? ya!! kau saja yang memasak makanan tidak jelas untukku!! aku tidak mau tahu!! masakkan lagi!!"
"appogo!"
"masakkan lagi!!!!"
"appogo!!!!" ujarku sambil membanting gelas yang sedang kupegang ke wastafel. jae joong terkejut. begitupun aku. seketika wajahku memucat. melihat gelas yang kupecahkan ternyata gelas milik jae joong. reflek aku langsung memungutnya. tetapi karena terburu-buru, pecahan gelas itu melukai tanganku. aku pun meringis kesakitan.

"aish!!!"
"wae? kau knp?"
"gpp"
"benar kau gpp?"
"ne!"

sepertinya jae joong tidak percaya ucapanku. dia bergegas menghampiriku dan melihat kedua tanganku.

"aish!!! kau ini bodoh yah?? jari mu terluka begini kau bilang tidak apa???"
"aku memang tidak kenapa- napa!!"

jae joong melototiku dan menjulurkan tanganku ke arah wastafel. dia membuka kera air sehingga air mengalir membasahi tanganku. darahku pun bercucuran.

"kau cuci bersih tangan mu, aku akan mengambil kotak p3k"

aku terdiam. dia bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil kotak p3k. dia bahkan tak sempat melihat bahwa gelasnya yang kupecahkan. kim jae joong, apa maumu sebenarnya. terkadang sangat menyentuh hatiku terkadang membuatku ingin membunuhmu!!

***

" lain kali hati-hati!! kau ceroboh sekali sih jadi cewek!! aku khawatir tidak akan ada pria yang mau menikahi mu nanti!!"

aku tak menjawab ejekannya. apa yang barusan ia lakukan membuatku tak mampu menjawab ejekannya. aku hanya menatapnya kesal.

" yasudah. kau tunggu disini. biar aku yang membereskan pecahan gelas itu! kau ini selalu merepotkan ku saja"

aku hanya mencibir. dia berjalan menuju dapur. seketika aku teringat. gelas yang pecah itukan miliknya. aku langsung panik.

" jangan!!!"
"wae???"
"emm.. itu.. biar aku yang membereskannya sendiri." ujarku setengah memaksa. dia mengerutkan keningnya. memasang wajah 'memang-kenapa-kalau-aku-yang-membereskannya?' itu.

" emz.. kau kan sudah telat untuk berangkat ke kampus!! sudah sana berangkat!!!"

jae joong tak bergerak. masih memandangku aneh. aku pun bertambah panik. tanpa sengaja aku membentaknya.

"jang joong-a!! cepat berangkat!!! kau mau aku laporkan ke so ji sub oppa bahwa kau telat kuliah hah???"

jae joong yang mendengar ucapanku langsung bergegas mengambil tas dan keluar dari rumah. aku yang melihatnya telah keluar rumah langsung bergegas menuju wastafel tempat aku memecahkan gelasnya. kupandangi gelas itu dengan perasaan bersalah.

"ottoekhe.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar