Rabu, 10 Februari 2010

FANFIC Kim bum hero DBSK So ji sub

Chapter 5

jae joong terdiam. Kembali menatap hp nya.
Tidak ada pesan.
Jae joong menghela nafas. Memandangi poto yang menjadi wallpaper hpnya. Perasaanya campur aduk. Ingin rasanya membanting hp nya keras - keras. Atau sekedar menghapus wajah dalam poto itu dari hp nya.
Ia tidak bisa. Jae joong memilih menahan semua perasaannya,dan kembali termenung dalam pikirannya.

"hye kyo.."ujarnya lemah. Sangat lemah bahkan nyaris berbisik.

Kembali ia menatap wajah itu. Sangat tajam. Sangat dalam.
Tapi ia tidak bsa berbuat apa-apa lg, ia hanya bisa menatap wajah itu. Hanya menatap.

***

"jae joong oppa!!?!"

suara itu membuyarkan semua lamunan jae joong. Ia tersentak. Menoleh ke kanan dan ke kiri. Sepi. Tidak ada siapa - siapa.
Jae joong tertawa kecil smbil menggelngkan kpalanya. Tentu saja tak mungkin cewek psycho itu ada disini. Ini kan di atap kampus. Tidak ada seorangpun yang mw datang kemari.

"hye won-a, bahkan ketika kau tak ada di dekatku suaramu msih menggangguku."

jae joong tertawa kecil. Kembali teringat wajah adik tirinya itu. Tingkah lakunya. Suaranya. Hanya itu yang membuat jae joong tersenyum. Hanya hye won lah yang dapat membuat jae joong melupakan semua perasaannya. Melupakan semua rasa sakit yang ia pendam seorang diri,tanpa ada seorangpun yang tahu.
Hye won, sosok bertubuh gempal dengan bibir merah muda yang kecil itu selalu membuat perasaan jae joong bergetar dengan tingkah lakunya. Entah cara bicaranya yang khas, atau entah caranya memandang jae joong dngan penuh kesal. Terkadang jae joong sering memergokinya sedang memandang jae joong lama. Jika begitu, tingkahnya yang salah tingkah dan cepat marah menjadi hiburan tersndri bagi jae joong.
Jae joong memang sangat senang menggodanya. Terlebih melihatnya kesal dan marah - marah. Jae joong sangat menyukai wajah hye won yang memerah dan menatapnya tajam. Atau wajah hyewon yang seDang cemberut. Jika melihat nya, dada jae joong tergelitik. Ingin rasanya tertawa dan memeluknya, tapi tentu saja jae joong tidak melakukanNya. Dia cukup sadar posisinya. Kakak tiri dari hye won.

"so hye won.."

jae joong tersenyum riang. Adik tirinya yang hanya berbeda 7 bulan dengannya itu benar - benar membuat hatinya hangat kembali. Membuat hatinya merasa nyaman dan bergairah. Membuatnya melupakan hye kyo. Gadis yang ia cintai selama ini. Sekaligus gadis yang membuat dirinya menderita.
song hye kyo, gadis cantik bermata indah itu sampai sekarang selalu berada di dalam benak jae joong. jae joong memang tidak mengakuinya, tetapi jauh di dalam dasar hatinya, ia tahu bahwa hye kyo takkan pernah bisa tergantikan. meeski bibir nya membantah.
Ya,jae joong selama ini selalu memendam perasaannya. Hanya kepada hye kyo lah dia bersandar. Hanya kepada hye kyo lah dia menceritakan berbagai hal. Dan hanya kepada hye kyo lah dia memberika hatinya. Bahkan mungkin jiwa nya.

"hye kyo-a.."

hanya itu yang keluar dari bibir jae joong yang merah. Pikiran jae joong kembali menerawang jauh. Jauh ke masa-masa paling menghangatkan hatinya.
Hye kyo. Gadis manis itu slalu memberi kejuTan manis unTuk jae joOng. Membuat jae joOng semakin tergila -gila padanya.
Dia ada di setiap kali jae joong membuTuhkanNya. Dia ada di setiap kali jae joong menginginkanNya. Dia ada di setiap kali jae joong merindukannya.
Dia selalu terSenyum unTuk senyum jae joOng. Menangis uNtUk setiap air mata yang keluar dari mata jae joong. Dan tertawa unTuk setiap lelucon dan kebahagiaan jae joong.
Jae joong menghela nafas. Di genggamnya kalung yang berada di lehernya. Satu-satunya benda yang mengikat hubungan jae joong dan hye kyo.

"hye kyo-a..bogoshippoeyyo,jeungmal bogoshippo.."

***

"aish! Benar-benar kurang ajar! Cowok tak bermoral!"

sambil terus menggurutu,kubersihkan perban yang melilit tanganku serta baju ku dari tanah. Aku pun melangkah masuk ke dalam toko itu.
Luas. Berbagai perlengkapan dapur dan kue-kue terpampang di depan mataku.
Aku langsung lupa dengan tujuan awalku datang kesini. Dengan cepat kakiku melangkah ke arah kue - kue yang terpajang di kotak kaca.
Aku menelan ludah. Kue - kue itu terlihat sangat menggoda. Dengan riang aku pun memilih kue yang akan ku santap.
Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Tak apa kan? Toh aku belum beristiraht sejak tadi. jae joong juga pasti mengerti, benarkan kim jae joong ?
aku tersenyum puas. lalu menunjuk alah satu kue yang berada disitu dengan tangaku. pelayan itu keheranan melihat perban ditanganku yag berwarna merah . aku hanya tersenyum garing. dan aku pun menunjuk kue itu dengan tanganku yang satu lagi.

"miane,bisa tolong ambilkan kue itu?"

***

"trimakasih" ujar cowok itu. tersenyum ramah kepada pelayan di kasir. senyum yang bisa membuat semua orang tergila -gila padanya. senyum yang sangat amat memikat. sehingga membuat merah muka pelayan yang disapanya.
cowok itu tersenyum puas ketika berlalu menuju pintu keluar toko pecah belah itu. dalam hatinya tersirat kemenangn besar. kepuasan terpancar dari wajahnya yang halus dan menawan bak polesan. dia adalah kim bum, sang penakluk hati wanita.
kim bum merapikan setelan jasnya, dan tersenyum angkuh. menenteng bungkusannya, dan bergegas berjalan ke arah luar. langkahnya terhenti ketika melihat mug berwarna biru muda bergambar kucing putih yang sedang tidur. ia tersenyum dan bergegas menuju rak mug itu.

***

"hemz.. aku baru tau ada toko seperti ini" ujar ku. hye won berjalan -jalan di toko pecah belah itu smbil menyantap kue yang dibelinya tadi. dia sudah lupa dengan semua kekesalannya pagi ini. semua itu terobati karena kue yang dia makan.
seketika pandanganku tertumpu pada sebuah mug berwarna biru muda bergambar kucing putih yang sedang tidur. matanya membulat mulutku ternganga. ditelannya bulat sepotong kue yang tersisa dan dengan segera ku pegang mug itu. tetapi belom sempet ku pegang, mug itu sudah tergenggam tangan lain. aku pun mendongak mencari siapa pemilik tangan yang telah mengambil mug'ku' itu.

"mianhe, itu mug saya" ujarku sopan
"mweo? punya mu? tapi tidak tertulis nama di mug ini"
"tapi saya duluan yang melihat mug itu. dan saya ingin membelinya"
"anni. saya duluan yang memegangnya jadi mug ini punya saya"
"ne?? miane, tapi saya sangat butuh mug itu. bisa berikan kepada saya? saya sudah memutar 5 toko hari ini untuk menemukan mug itu, tapi tidak dapat-dapat , dan saya lihat mug itu disini tinggal satu, tolonglah, saya benar- benar membutuhkannya , bisa tolong berikan kepada saya?"

cowok itu menatap ku agak lama. lalu tersenyum manis. dan kembali menatapku. harus kuakui senyumnya memang amad sangad menawan saat itu. dan membuat wajahku merah seketika.

"benarkah? tapi sayang, aku juga menginginkan mug ini jadi bagaimana donk?"

aku menghela nafas. cowok ini benar - benar menyebalkan . ku paksakan senyumku dan kutatap wajahnya tajam.

"tolonglah sunbae, saya benar-benar membutuhkannya. sunbae bisa mencari mug lain yang lebih bagus daripada itu. saya mohon pengertian sunbae"
"itu bukan urusanku kan?"

seketika amarahku naik. aku benar -benar tidak tahan lagi. aku menatap cowok itu tajam.

" ya!!!! kau laki -laki apa bukan seyh?? tega sekali kepada wanita!! dasar tidak punya perasaan!!"
" mweo?"
"berikan gelas itu padaku!!! kau kan bisa mencari yang lain"
"anni. gelas ini milikku!"
"ne? ya!!! gelas itu punya ku aku duluan yang melihatnya!!!"
"anni. ini punya ku aku duluan yang mengambilnya"

dengan kesal kutarik gelas ditangannya itu ke arahku. aku kira dia akan melepas pegangannya, tetapi dia malah menarik kembali gelas itu ke arahnya. dan kami pun tarik menarik gelas.

"berikan padaku!!!! ini punyaku!!!!!"
"anni. ini punyaku "
"punyakuu!!!"
"punyaku!"
"punyakuuuuuuu!!!!!"
"gelas ini punyaku!"

dia menarik gelas itu kuat sekali sehingga genggamanku pada gelas itu terlepas. aku pun terdorong ke belakang. senyum kemenangan terpancar di wajahnya. ku tatap dirinya dingin. dari atas sampai bawah.
dia balas menatap ku dingin dan angkuh. benar -benar habis kesabaranku. aku benar -benar kesal sekali. seketika aku tersadar. pria di depanku ini memakai jas hitam dengan sepatu hitam mengkilat. sosoknya tinggi tegap, sama percis dengan sosok yang menabrak dan menginjak tanganku di depan tadi.
aku menatapnya nanar. lalu melengos. dia balas menatapku dingin sambil memegang erat gelas itu.

"hah!! ternyata kau?? pantas saja tak punya hati!! dasar pria gila!!!"
"wae? " ujarnya terbelalak. sepertinya dia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan tadi terhadapku. dan dia tidak sadar bahwa akulah orang yang dia tabrak tadi.

"cowok gila!!!!" ujarku sambil menginjak keras -keras kakinya. spontan gelas itu terlepas dari tangannya. dengan sigap kutangkap mug itu. sementara dia meloncat -loncat kesakitan memegangi kakinya. dia mendongak menatapku kesal. aku tersenyum puas.

"itu balasan atas apa yang kau lakukan di pintu depan tadi padaku!!!"

aku pun melenggang pergi meninggalkannya yang sedang berteriak-teriak sendirian.

1 komentar: