Rabu, 24 Februari 2010

Fanfic kim bum Hero DBSK So ji sub

Chapter 7

part 2

"sama? Harganya brP?" ujar jae joOng matanya tak lepas dari diriku. "sampai kamu mati juga, kamu tidak akan bisa mengGanti mug ini, arraseo?"

suara jae joOng yang bergetar menahan marah membuat nyaliku ciuT. matanya menahan air mata yang sudah daritadi tergenang.
Jae joOng mengambil sebuah pecAhan dari mug kesayanganNya dan pergi meningGalkan aku dan changmin terdiam di ruang makan.
Changmin menepuk pundakKu, dan berbisik pelan.
"nona, aku tahu maksud nOna bAik, dan aku paham kenapa nOna berbicAra seperti iTu kepada hyung, tapi aku fikir kali ini nOna kelewatan.."

aku mendoNgak menatap changmin. PerasaAn berSalah kembAli mengHingGapiku.
Changmin terSenyum lembuT. Tetapi ada luka dalam senyumNya iTu.
"mug iTu, hadiah terakhir dari gadis yang sangat amat hyung cintai. Mug iTu merupakan saTu-saTunya hadiah pemberian gadis iTu unTuk hyung. Oleh karena iTu, mug iTu takKan pernah terganti walau dEngan harga berapapun. "

changmin beranjak dari ruang makan. Ku tatap bekas-bekas pecAhan mug yang masiH tergeletak di meja makan. aku terdiam.
"aku benar -benar jahat malam ini"

***

"trimakasih untuk jamuanNya malam ini direktur kim"
"akh, bukan aku yang menjamu anda, tapi adiku yang menjamu anda"
so ji sub dan kim bum tertawa berSama. Tae yeoN hanya bisa menunduk malu-malu.
"sudah malam, sebAiknya aku pulang. Jika tidak, ada yang akan memarahiku karena aku pulang terlambAt"
kim bum terkesiap. Dengan segera diliriknya tae yeoN yang berada di sebelahnya. Pucat.
So ji sub yang menyadari ucApanNya segera tertawa kecil.
"akh, maksudku adikku. Dia memang selalu berSikap over pRotectiv terhadap opPanya ini. Aku sudah mengecewakanNya karena tidak bisa makan berSama malam ini. Jika aku pulang terlambAt, dia akan murka padaku"

kim bum dan taeyeoN tertawa kecil mendEngar ucApan so ji sub. Diam-diam mereka bernafas lega.
"ya sudah, lebih bAik kau pulang direktur so, sampaikan maAfku pada adikmu karena telah 'meminjammu' malam ini" ujar kim bum sambil mengeDipkan mata. So ji sub tertawa kecil meliHat ulah kim bum.
"aku yakin dia akan jatuh cinta padamu jika kau melakukan iTu di hadapanNya"ujar so ji sub yang di sambuT TAwa oleh kim bum.
"yasudah, sampai ketemu laGi direktur kim, tae yeoN, malam yang sangat menyenangkan. trimakasih untuk perayaan nya. walau ternyata salah tanggal "
tae yeoN tersipu malu. kim bum yang melihat kelakuan adiknya menyadari 1 hal. tae yeon menyukai pria dihadapannya tersebut.
tae yeon Dan kim bum mengantarkan so ji sub sampai ke dEpan pinTu apartment.
SepeningGalan so ji sub, tae yeoN terSenyum -senyum sendri. Kim bum yang menyadari hal terSebuT hanya tertawa meliHat tingkah tae yeoN.
"opPa seTuju kau berPaCaran dEnganNya tae yeoN."
"aku tidak berPaCaran dEngannya oPpA!"ujar taeyeoN setengah berteriak. Kim bum hanya terSenyum kecil. Kau tidak beRpaCaran dEnganNya tapi kau menyukainya! OpPa tau kim tae yeoN. OpPa mengenalmu jauh daripada kau mengenal diri mu sendri.
UnTuk apa seorang kim taeyeoN yang berharga diri tingGi rela menyuruh opPa nya hanya unTuk membeli kue ulangtahun untuk seorang sahaBat. Bahkan berdandan berjam jam hanya unTuk bertemu dan merayakan pesta ulangtahun sahaBatnya walau ternyata salah tanggal. Kim tae yeoN, kau sudah dEwasa.
"opPa jngan berfikiran maCam-maCam! Aku benar-benar tidak ada hubungan dEngan ji sub opPa!"

akh, bahkan kau memangGilnya ji sub oPpa, bukan ji sub sunbAe.
Kim bum terSenyum kecil. Ia berdiri dari sofa.
"oppa pulang dulu ya,oppa tidak mau mengGangGu suasana hatimu yang seDang memikirkan ji sub oPpA"
"OPPA!!!"
***

kim bum berjalan menyusuri taman. SaAt ini jam menunjukKan pukul 12 tepat. terbayang kembali wajah adik nya yang pertama, tae yeon. kim bum tersenyum kecil. adiknya yang keras kepala ternyata bisa tersipu malu jika sedang jatuh cinta.
rasanya sangat lelah. kim bum membentangkan kedua tangannya. meregangkan badannya. entah kenapa hari ini ia ingin sekali berjalan -jalan ditaman. padahal ia tipe cowok yang tidak menyukai 'berjalan' ditaman. karena menurutnya hanya membuang - buang waktu.
kim bum terus melangkah menyusuri jalan di taman.

***

jam 12 malam. aku menghela nafas. aku sadar ucapan ku tadi amat sangat keterlaluan. dan sekarang aku berada di ayunan taman seorang diri. aku takut melihat wajah jae joong. aku terlalu takut untuk melihat tatapn tajam nya atau tatapannya yang melihat ku seakan aku manusia tidak mempunyai hati.
aku mendesah. keadaan taman di malam hari memang sangat sepi. dingin. aku mengencangkan jaketku. merogoh sakuku mencari- cari benda yang selalu dapat menguatkanku. liontin peninggalan ibuku.
air mataku mengalir.
kenapa aku bisa sebodoh itu? kenapa kata maaf susah sekali terlontar dari bibirku. aku sudah merusak mug kesayangannya wajar saja jika ia marah. kenapa aku tidak meminta maaf dengan tulus? kenapa aku malah balik memakinya?
air mataku mengalir deras. aku memejamkan mataku menatap langit. kugenggam erat liontin itu.
"seorang wanita sendirian di taman tidak baik nona"

aku menoleh. sosok pria berjas hitam menghampiriku. ia duduk di ayunan sebelahku. terlalu gelap. aku tak bisa melihat wajahnya.
"hal apa yang membuat seorang wanita keluar dari kamarnya di tengah malam untuk bermain ayunan di taman seorang diri?"
"hal yang menyedihkan"
"ah, arraseo. di dunia ini menyendiri disaat sedih memang sangat membantu. aku pun sering melakukannya."

aku menoleh menatapnya. samar - samar terlihat lekuk wajahnya. tampan. aku bisa merasakan itu walau tidak terlalu jelas melihat wajahnya.
"apa seorang lelaki juga menyendiri disaat sedih?"
"seorang lelaki juga manusia nona. tanpa dia mau airmata akan keluar jika mereka bersedih"

aku tersenyum. dia benar. seorang lelaki pasti akan menangis jika sedih. terbayang kembali wajah jae joong yang berlinang air mata. perasaan bersalah itu muncul kembali.
"hei, apa seorang lelaki dapat memaafkan gadis yang menyakiti hatinya? gadis yang telah menghancurkan perasaannya?"
"tentu saja bisa nona. seorang lelaki jantan tidak akan pernah mendendam kepada orang lain. tentu saja, itu membutuhkan waktu. tetapi pasti seorang lelaki akan memaafkan gadis itu. karena lelaki seperti malam."
"malam?"
"ya, malam penuh misteri, tetapi menyimpan keindahan dan kelembutan di dalamnya jika kita melihat nya dari sudut pandang yang berbeda."

aku tersenyum. hatiku lega. jae joong memang seperti malam. terlihat mengerikan dan kasar dari luar. tetapi menyimpan kebaikan dan kelembutan di dalamnya. jae joong pasti mau memaafkanku. pasti.
aku berdiri dan menghapus air mataku. menoleh ke arah sosok pria tampan di sampingku.

"khamsahamida. aku akan meminta maaf padanya, dan aku yakin dia pasti memaafkanku. karena dia seperti malam" ujarku pelan. lalu membungkuk dan meninggalkannya sendirian. Tanpa aku sadar, liontin di saku ku terjatuh.

***

kim bum mendesah lega. ia tersenyum kecil melihat sosok gempal itu berlari meninggalkannya.
aku telah melakukan satu kebaikan.
kim bum bergegas meninggalkan taman ketika matanya tertumpu pada sebuah benda bersinar yang terletak tidak jauh dari ayunan disebelahnya. kim bum memungutnya.
sebuah liontin. ia membuka perlahan liontin itu dan melihat poto wanita berumur 40 an yang sudah usang.
"pasti punya cewek tadi"
kim bum membersihkan liontin tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong sakunya. ia bergegas pulang menuju rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar