Rabu, 10 Februari 2010

FANFIC Kim bum Hero DBSK So ji Sub

Chapter 4

aku memandangi pecahan gelas yang kuletakkan di meja makan. Hancur. Tidak bsa di perbaiki lagi.
Aku menghela nafas panjang. Ottoekhe? Bisa dibunuh aku bila jae joong tau! Ini kan gelas kesayanganNya. Memang dia tak pernah mengatakanNya,tapi aku tahu dia sangat menyukai gelas ini. Terkadang kulihat dia memeluk bahkan memandang sayu ke arah gelas ini lama.
Lagi - lagi aku menghela nafas. Aku benar - benar bingung sekarang.
Ku pejamkan mataku dan berfikir keras. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa yang harus ku katakan pada jae joong nanti? Aish! Benar - benar pagi yang menyebalkan!
Aku kembali memandang pecahan gelas di hadapanku. Benar-benar hancur tak berbekas. Tidak mungkin akan menjadi gelas yang utuh jika aku memperbaikinya.
Pikiranku melayang kemana - mana. Mencoba mencari - cari kata dan alasan yang tepat untuk jae joong nanti.
Seketika aku teringat changmin. Bergegas ku ambil hp ku dan kuTekan nOmOR Changmin.

"ahkk!!! Apayo.."

aku mengibas - ngibaskan tanganku yang terluka. Karena terlalu terburu - buru, aku lupa memencet toMbol hp keras - keras menggunakan jariku yang terluka.
Kutekan kembali nomor changmin di hp, dan ku arahkan hp ke telingaku. Aku menunggu sebentar.

"changmin-a. Dimana kau?" ujarku setengah menangis.
"yoeboseoyyo,Nona? Kau knp?"ujar changmin disebrang sana.
"anni. Ah,hanya ada disikit masalah"
"mweo?"
"dega.."
"mweoya?"

aku tercekat. Rasanya susah sekali mengatakannya kepada changmin. Ku pejamkan mataku. Dan menarik nafas.

"aku memecahkan gelas jae joong oppa"
"NE???"

Dengan segera kujauhkan hpku dari telinga. Suara changmin sangat keras tadi.

"changmin-a. Jgn berteriak kencang - kencang! sakit sekali telingaku ini mendengar suaramu."
"mianheyo nona. Aku kaget sekali tadi. Bagaimana bisa kau pecahkan? Omona,gelas itu gelas kesayangan hyung, kalau dia tau gelasnya pecah. Aku tidak bsa membayangkan reaksinya" ujar changmin setengah bergidik.

"arasseo! Arasseo! Changmina, ottokheo? Aku benar - benar bingung mesti berbuat apa "
"memangna tidak bisa di perbaiki nona? Di lem misalnya?" ujar changmin polos.

"aish! Kalau bisa aku tidak akan menelponmu! Pabo!" ujarku sewot. Changmin terkekeh kecil mendengar ucapanku.

"bagaimana kalau beli gelas baru yang sama percis?"

aku terdiam. Mataku membulat. Wajahku beseri - seri.

"oMmo! Kenapa tidak terfikirkan dari tadi! Aish,bodoh skali diriku."

changmin hanya mesem - mesem kecil di sebrang sana mendengar perkataan noNa nya.

"yasudah nona, aku mau masuk dulu ya, pintu theater nya sudah terbuka tuh. Teman - temanku belum masuk karena menungguku. Tidak enak rasanya"
"ah, mianhe changmin-a, aku telah mengGangGumu. Gomawo, Aku benar - benar tertolong. Mwahh! Saranghae deongsae!"

Wajah changmin seketika memerah,dia menuTup telpoNnya dan bergegas menuju ke teman - temanNya.

"wae? Koq wajahmu memerah oppa?"
"anni."ujar changmin cepat. Kedua temannya berpandangan bingung. Changmin merangkul keduanya dan mendororog mereka lembut ke arah pintu teather. " Eun ri ,min ah, cha~"

***

aku memandang wajahku di cermin. Membulatkan tekadku. Dan mengangguk sendiri.
Ku ambil tasku dan keluar dri rumah Dengan perasaan berdebar.
Baru saja selangkah keluar rumah, aku terdiam. Mukaku mengeras ,mataku melotot muluTku terbuka lebAr.

"pabo! Aku kan tidak tahu dimana tempat menjual gelas seperti itu! Aish! Hye woN kau ini benar - benar bodoh!"

***

ini toko ke 5 yang aku datangi. Wajahku kusut. Rambutku sudah berantakan. Penampilanku tidak karuan.
Rasanya lelah sekali. Kalau bukan karena rasa bersalahku kepada jae joong, pasti aku tidak akan se'ngotot' ini mencari gelas yang sama.
Ah,iya,aku memangGil jae joOng terkadang tanpa kata oppa. aku merasa, umur kami sama jadi tak perlu memanggilnya oppa. walau terkadang aku merasa kurang sopan juga jika dihadapan orang -orang. oleh karena itu,Aku memanggilna oppa jika didepan orang banyak. Hanya untuk menjaga kesopanan dan memperjelas status kami sebagai kakak-adik.
Kupandangi toko pecah belah di hadapanku. Terpampang dengan besar dan jelas di papannya.
'j&h souvenir, bakery and kitchen set'
agak lama aku menatap papan nama toko tersebut. Jauh dalam hatiku sangat berharap bahwa toko ini menjadi terakhir yg aku datangi.
Aku mengangguk dan bersiap masuk. Ketika aku akan melangkah. Sesuatu mendorongku ke depan dengan kuat. Dan membuatku kehilangn kseimbangan.

"BRUKK!?!!"

Aku jatuh tersungkur. Wajahku mencium tanah. Tanganku terantuk ke depan. Aku meringis.
SeDetik kmdian,aku merasa sesuatu yang berat meniban tanganku.

"aduhh!!?!"

rasa perih menyambar ke seluruh tubuhku. Kulihat perban yang membalut tanganku mulai berwarna merah. Lukaku terbuka.
Secara reflek aku duduk. Dan menimang - nimang tanganku sambil meniupinya. Berharap rasa perih itu hilang sedikit.

"miane! Miane!" ujar pria berjas hitam itu cepat. Ia menoleh sbntar k arahku lalu brlari masuk k dalam toko. Tanpa membantuku berdiri atau melihat keadaanku.
"chankamman! Ya? Ya?!!"

aku terbengong - bengong sendirian. dia bahka tidak menanyakan keadaanku!!!

"aish!!! mengapa sial sekali aku hari ini!! jangan - jangan aku mempunyai kutukan dengan cowok!! dasar cowok brengsek semua!!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar