Rabu, 24 Februari 2010

Fanfic kim bum Hero DBSK So ji sub

Chapter 7

part 2

"sama? Harganya brP?" ujar jae joOng matanya tak lepas dari diriku. "sampai kamu mati juga, kamu tidak akan bisa mengGanti mug ini, arraseo?"

suara jae joOng yang bergetar menahan marah membuat nyaliku ciuT. matanya menahan air mata yang sudah daritadi tergenang.
Jae joOng mengambil sebuah pecAhan dari mug kesayanganNya dan pergi meningGalkan aku dan changmin terdiam di ruang makan.
Changmin menepuk pundakKu, dan berbisik pelan.
"nona, aku tahu maksud nOna bAik, dan aku paham kenapa nOna berbicAra seperti iTu kepada hyung, tapi aku fikir kali ini nOna kelewatan.."

aku mendoNgak menatap changmin. PerasaAn berSalah kembAli mengHingGapiku.
Changmin terSenyum lembuT. Tetapi ada luka dalam senyumNya iTu.
"mug iTu, hadiah terakhir dari gadis yang sangat amat hyung cintai. Mug iTu merupakan saTu-saTunya hadiah pemberian gadis iTu unTuk hyung. Oleh karena iTu, mug iTu takKan pernah terganti walau dEngan harga berapapun. "

changmin beranjak dari ruang makan. Ku tatap bekas-bekas pecAhan mug yang masiH tergeletak di meja makan. aku terdiam.
"aku benar -benar jahat malam ini"

***

"trimakasih untuk jamuanNya malam ini direktur kim"
"akh, bukan aku yang menjamu anda, tapi adiku yang menjamu anda"
so ji sub dan kim bum tertawa berSama. Tae yeoN hanya bisa menunduk malu-malu.
"sudah malam, sebAiknya aku pulang. Jika tidak, ada yang akan memarahiku karena aku pulang terlambAt"
kim bum terkesiap. Dengan segera diliriknya tae yeoN yang berada di sebelahnya. Pucat.
So ji sub yang menyadari ucApanNya segera tertawa kecil.
"akh, maksudku adikku. Dia memang selalu berSikap over pRotectiv terhadap opPanya ini. Aku sudah mengecewakanNya karena tidak bisa makan berSama malam ini. Jika aku pulang terlambAt, dia akan murka padaku"

kim bum dan taeyeoN tertawa kecil mendEngar ucApan so ji sub. Diam-diam mereka bernafas lega.
"ya sudah, lebih bAik kau pulang direktur so, sampaikan maAfku pada adikmu karena telah 'meminjammu' malam ini" ujar kim bum sambil mengeDipkan mata. So ji sub tertawa kecil meliHat ulah kim bum.
"aku yakin dia akan jatuh cinta padamu jika kau melakukan iTu di hadapanNya"ujar so ji sub yang di sambuT TAwa oleh kim bum.
"yasudah, sampai ketemu laGi direktur kim, tae yeoN, malam yang sangat menyenangkan. trimakasih untuk perayaan nya. walau ternyata salah tanggal "
tae yeoN tersipu malu. kim bum yang melihat kelakuan adiknya menyadari 1 hal. tae yeon menyukai pria dihadapannya tersebut.
tae yeon Dan kim bum mengantarkan so ji sub sampai ke dEpan pinTu apartment.
SepeningGalan so ji sub, tae yeoN terSenyum -senyum sendri. Kim bum yang menyadari hal terSebuT hanya tertawa meliHat tingkah tae yeoN.
"opPa seTuju kau berPaCaran dEnganNya tae yeoN."
"aku tidak berPaCaran dEngannya oPpA!"ujar taeyeoN setengah berteriak. Kim bum hanya terSenyum kecil. Kau tidak beRpaCaran dEnganNya tapi kau menyukainya! OpPa tau kim tae yeoN. OpPa mengenalmu jauh daripada kau mengenal diri mu sendri.
UnTuk apa seorang kim taeyeoN yang berharga diri tingGi rela menyuruh opPa nya hanya unTuk membeli kue ulangtahun untuk seorang sahaBat. Bahkan berdandan berjam jam hanya unTuk bertemu dan merayakan pesta ulangtahun sahaBatnya walau ternyata salah tanggal. Kim tae yeoN, kau sudah dEwasa.
"opPa jngan berfikiran maCam-maCam! Aku benar-benar tidak ada hubungan dEngan ji sub opPa!"

akh, bahkan kau memangGilnya ji sub oPpa, bukan ji sub sunbAe.
Kim bum terSenyum kecil. Ia berdiri dari sofa.
"oppa pulang dulu ya,oppa tidak mau mengGangGu suasana hatimu yang seDang memikirkan ji sub oPpA"
"OPPA!!!"
***

kim bum berjalan menyusuri taman. SaAt ini jam menunjukKan pukul 12 tepat. terbayang kembali wajah adik nya yang pertama, tae yeon. kim bum tersenyum kecil. adiknya yang keras kepala ternyata bisa tersipu malu jika sedang jatuh cinta.
rasanya sangat lelah. kim bum membentangkan kedua tangannya. meregangkan badannya. entah kenapa hari ini ia ingin sekali berjalan -jalan ditaman. padahal ia tipe cowok yang tidak menyukai 'berjalan' ditaman. karena menurutnya hanya membuang - buang waktu.
kim bum terus melangkah menyusuri jalan di taman.

***

jam 12 malam. aku menghela nafas. aku sadar ucapan ku tadi amat sangat keterlaluan. dan sekarang aku berada di ayunan taman seorang diri. aku takut melihat wajah jae joong. aku terlalu takut untuk melihat tatapn tajam nya atau tatapannya yang melihat ku seakan aku manusia tidak mempunyai hati.
aku mendesah. keadaan taman di malam hari memang sangat sepi. dingin. aku mengencangkan jaketku. merogoh sakuku mencari- cari benda yang selalu dapat menguatkanku. liontin peninggalan ibuku.
air mataku mengalir.
kenapa aku bisa sebodoh itu? kenapa kata maaf susah sekali terlontar dari bibirku. aku sudah merusak mug kesayangannya wajar saja jika ia marah. kenapa aku tidak meminta maaf dengan tulus? kenapa aku malah balik memakinya?
air mataku mengalir deras. aku memejamkan mataku menatap langit. kugenggam erat liontin itu.
"seorang wanita sendirian di taman tidak baik nona"

aku menoleh. sosok pria berjas hitam menghampiriku. ia duduk di ayunan sebelahku. terlalu gelap. aku tak bisa melihat wajahnya.
"hal apa yang membuat seorang wanita keluar dari kamarnya di tengah malam untuk bermain ayunan di taman seorang diri?"
"hal yang menyedihkan"
"ah, arraseo. di dunia ini menyendiri disaat sedih memang sangat membantu. aku pun sering melakukannya."

aku menoleh menatapnya. samar - samar terlihat lekuk wajahnya. tampan. aku bisa merasakan itu walau tidak terlalu jelas melihat wajahnya.
"apa seorang lelaki juga menyendiri disaat sedih?"
"seorang lelaki juga manusia nona. tanpa dia mau airmata akan keluar jika mereka bersedih"

aku tersenyum. dia benar. seorang lelaki pasti akan menangis jika sedih. terbayang kembali wajah jae joong yang berlinang air mata. perasaan bersalah itu muncul kembali.
"hei, apa seorang lelaki dapat memaafkan gadis yang menyakiti hatinya? gadis yang telah menghancurkan perasaannya?"
"tentu saja bisa nona. seorang lelaki jantan tidak akan pernah mendendam kepada orang lain. tentu saja, itu membutuhkan waktu. tetapi pasti seorang lelaki akan memaafkan gadis itu. karena lelaki seperti malam."
"malam?"
"ya, malam penuh misteri, tetapi menyimpan keindahan dan kelembutan di dalamnya jika kita melihat nya dari sudut pandang yang berbeda."

aku tersenyum. hatiku lega. jae joong memang seperti malam. terlihat mengerikan dan kasar dari luar. tetapi menyimpan kebaikan dan kelembutan di dalamnya. jae joong pasti mau memaafkanku. pasti.
aku berdiri dan menghapus air mataku. menoleh ke arah sosok pria tampan di sampingku.

"khamsahamida. aku akan meminta maaf padanya, dan aku yakin dia pasti memaafkanku. karena dia seperti malam" ujarku pelan. lalu membungkuk dan meninggalkannya sendirian. Tanpa aku sadar, liontin di saku ku terjatuh.

***

kim bum mendesah lega. ia tersenyum kecil melihat sosok gempal itu berlari meninggalkannya.
aku telah melakukan satu kebaikan.
kim bum bergegas meninggalkan taman ketika matanya tertumpu pada sebuah benda bersinar yang terletak tidak jauh dari ayunan disebelahnya. kim bum memungutnya.
sebuah liontin. ia membuka perlahan liontin itu dan melihat poto wanita berumur 40 an yang sudah usang.
"pasti punya cewek tadi"
kim bum membersihkan liontin tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong sakunya. ia bergegas pulang menuju rumah.

Sabtu, 20 Februari 2010

FANFIC kim bum hero DBSK So ji sub

Chapter 7

part 1

hening. Aku, changmin, dan jae joong sdang duduk bertiga di meja makan.
Changmin pulang tepat ketika aku hendak beradu mulut dengan jae joong. SehingGa aku pun memilih diam dan menyambuT KeDatangan changmin dan menyuruhnya berganti baju lalu menyusul aku dan jae joOng di ruang makan.
Jae joong terlihat kesal. Aku mencibir. Sejak aku bilang luka di tanganku ini luka kecil dia terlihat sangat marah. Sepertinya dia sangat khawatir dengan luka di tanganku ini. Tetapi tidak tahu juga lah. Lagian mana mungkin dia mengkhawatirkan aku sampai beGiTu berlebiHan. Bisa kiamat dunia ini jika iTu terjadi!
"nona, gwenchana?"
"gwenchanayo chamin-a,gomawo sudah mengkhawatirkanku."

changmin tersenyum. Aku blas terSenyum semanis mungkin. Changmin memang sangat berbeDa dengan kakaknya,jae joong.
"tidak usah kau khawatirkan dia changmin-a, cewek pyscho seperti itu tidak akan mati hanya karena luka KECIL Seperti iTu"

aku melirik jae joOng sebAl. Jae joOng sdang asik menyuapkan sup ikan peDAs ke muluTnya tanpa seDikit pun merasa tidak enak padaku.
Changmin yang meliHat keadaAnKu dan jae joOng hanya bisa terSenyum pahit. Dia sdah paham bTul, aku dan jae jooNg memang tidak bisa akur.
"akh! Kenyang! Huamz, aku menganTuk sekali."
"kalo ngantuk ya tidur susah benar"
"tanpa kau beritahu juga aku memang mau tidur!"

jae joOng menatapku sebAl. Aku mencibir. Changmin terSenyum kecil meliHat tingkah kami.
"eh, gelas ini seperti bukan gelasku?"

aku yang seDang menyuapkan sup ikan pdas iTu terSeDak. ChangMin memberiku segelas air dan mengelus - elus lembut punggungku.
Jae joong menatapku heran,changmin yang menyadari hal itu segera mengalihkan pembicaraan.
"hyung, bagaimana kuliahmu? Lancar -lancar sajakah?"

jae joong menatap changmin heran.
"wae?kuliahku lancar -lancar saja,memangnya ada apa changmin? Knpa kau tibA-tiba bertanya?"

changmin hanya terSenyum kecil sambil mengangkat bAhu. Wajahku memucAt. Apakah jae joong sadar bAhwa mugnya aku ganti?
Jae joOng kembAli menatap mugnya, dahinya berkerut. Di elus -elus nya mug kesayanganNya iTu. Lalu di teliti pelan-pelan.
Aku hanya bisa terdiam meliHat aksinya. Nafasku tercekat,hatiku berdEbAr. OMMO,jgn smpai dia sadar bAhwa iTu bukan mugnya!
Jae joOng mengGeleng, lalu meneguk kembAli isi dri mug iTu.
Aku dan changmin mengHela nafas lega berSamaAn. Jae joOnG Tidak menyadri mugnya sudah kuTukar.
Tiba-tiba matanya melirik ke arah tanganku yang di perbAn. Ia lalu melotot. Menaruh gelasnya, menatap gelas iTu lalu menatapku tajam.
"hye woN,apa yang kau pecAhkan tadi paGi? "
"ne?"
"aku tanya, apa yang kau pecAhkan tadi paGi?"

wajahku memucAt. Kurasakan tanganku bergetar. Changmin berusaha menenangkanku. Ia mengelus pelan pungGungku.

"ya, so hye won!! Aku sdang bertanya padamu!"

suara jae joOng yang meningGi membuatku tambAh gugup. Bibirku bergetar. Suaraku tercekat. Aku hanya bisa menunduk sambil meremas jari tanganku.
Jae joOng yang meliHat tingkahku seperti menyadari sesuaTu, ia berjalan menuju dapur. Di bukanya tUtUp toNg sampah dan ia mendEsah panjang.
Dengan segera di ambilnya pecahan mug yang berada di toNg sampah dan di bAwanya ke meja makan.
Jae joOng menatapku tajam. Aku terdiam meliHat pecAhan mug yang terletak di dEpanKu.
"apa ini?"

aku diam.

"APA INI??"

aku dan changmin terloNcAt. Kaget. Aku mendoNgak menatap jae joOng kesal.
"tidak bisa kLo berbicara tidak pake teriak kah? Bisa tuli aku mendengar suara mu!"

seDeTik kemudian ku sesali ucApanku. Jae joOng terliHat dingin. Dengan matanya masiH menatapku tajam. Ia benar-benar marah.
"mian,aku berlebihan. " ia terdiam. Tanpa seDikitpun mengaliHkan pandanganNya dari diriku.
Aku menatap tajam dirinya. Aku tahu ia benar - benar marah.
Changmin yang menyadari siTuasi yang gawat segera berusaha menenangkan.
"hyung, sudahlah. Aku yang memberi idE unTuk menukarkan mug milik hyung dngan mug yang sama. Aku tahu jika hyung tau mug kesayangan hyung pecAh hyung akan marah besar. Maka dari iTu aku__"

jae joOng menatap changmin tajam. Membuat changmin mengHentikan ucApanNya. Changmin tertUnduk, dan berbisik kecil padaku."miane nOna, hyung tidak mau mengdEngar penjelasanku."
aku menelan ludah. Dan terSenyum kecil padanya. Mataku masiH menatap jae joOng tajam. Dan begItUpun dEngan jae joOng.
"kudae, aq salah. Aku telah memecAhkan gelas mu. Aku minta maAf. JeoNgmal mianheyo."

jae joOng masiH menatapku tajam. Aku gelisah. Bingung. Apa laGi yang harus aku katakan padanya.
"ya! Aku kan sudah minta maAf padamu! Kenapa kau masiH meliHatku seperti ingin memakanku! LaGipula aku sudah mengGanti mug mu dgn mug yang sama! Bukankah semuanya sudah selesai?"

jae joOng masiH menatapku tajam. Dan kali ini bertambAh tajam, aku bisa merasakan kemarahan yang besar dari tatapanNya. Apakah aku salah berbicAra?
"wae?kau tidak puas dEngan mug iTu? SebuTkan saja harganya brP akan ku ganti!!"

changmin menarik-narik tanganku. Aku menepis tangan changmin kasar. aku menatap jae joong tajam. jae joong terlihat menahan marah. tubuhnya bergetar.
diam -diam dalam lubuk hatiku terbesit perasaan bersalah. aku sadar, perkataan ku tadi sangat tak pantas untuk diucapkan. aku tahu perkataan ku tadi telah melukai hatinya. aku tahu bahwa jae joong pasti sangat terluka.

Sabtu, 13 Februari 2010

FANFIC kim bum hero DBSK So ji sub

Chapter 6

"beres!!"
aku terSnyum. Mug iTu telah terletak manis di rak piring. Mug yang aku dan seorang laki 'gila' perebutkan. Mug yang ku pecahkan tadi pagi. Mug milik jae joong.
Aku tersenyum memandang mug itu. Terbayang jelas wajah jae joong yang sedang memakai mug itu. Dan tentu saja dia tidak menyadari mugnya telah aku ganti.
Aku bergegas ke kamarku untuk mengganti baju dan perban di tanganku. Tanpa aku sadar,pecahan mug jae joong masih tergeletak manis di tempat sampah.
***

"oppa! Dimana? Aku sudah menunggu oppa nyaris setengah jam!"
suara tae yeon begitu keras, sehingga kim bum harus menjauhkan hp itu dari tlinganya.

"mianhe tae yeon, tadi ada kejadian kecil, yang membuat oppa telat. Skarang oppa sudah di dpan apartement yang kau bilang, lt 12 nomor 405 kan?yasudah oppa parkir dlu, kita ketemu diatas saja."

kim bum menghela nafas. Adiknya yang 1 itu sifatnya memang keras,sangat bertolak blakang dgn eun ri, adik terkecilnya.
Mengingat eun ri,ia teringat kmbli dgn mug biru muda bergambar kucing tidur yang lucu itu. Mug yang tadinya akan dia berikan kpada eun ri, ttapi gagal, krn ada seorang 'cewek gila' yang merampas nya dri tangan kim bum.
Kim bum melengos, tringat kmbali wajah 'cewe gila' itu. Seketika langsung di elusnya kakinya, teringat apa yang dilakukan cewek tadi kpadanya.
Heran,koq bisa ada cewek gila seperti itu di dunia ini. Dasar bar bar!
Kim bum menepis smwa byangannya tntang 'cewek gila' itu.
Ia memarkir mobilnya dan bergegas menuju lt 12 apartement itu.
***

"mweo? Oppa, aku sudah memasak bnyak hri ini."
"oppa bener-benar tidak bisa, skrg oppa sdang ada pertemuan dgn client bisnis oppa, km simpan saja makanan itu untk bsk pagi,arraseo?"
"tapi oppa__"
"sudah dlu y hye won, client oppa sudah datang, baik- baik dirumah ya,dah"
"oppa__"
"tut..tut..tut.."
"aish!! Dasar bussinesman! Dibandingkan adiknya sndri lbih pnting bisnis!"

aku terdiam. Kupandangi masakan yang tertata rapi di meja makan.
"sabar ya nak, msih ada changmin dan jae joong yang akan menyantapmu koq." ujarku berbicara pada makanan yang terhdang slayakna berbicara kpd anak sndri.
Aku melihat jam di tanganku. Jam 7, Jae joong dan changmin mungkin sbntar lg akan plg.
Entah knp dadaku berdebar - debar. Ku tatap kmbli mug itu di meja makan. Ku pejamkan mataku dan menghela nafas.
"benar - benar menyiksa! Aish!!"
ku perhatikan skali lg mug itu dgn seksama, tak ada bedanya. Aku kembli menghela nafas, perasaan bersalah smkin kental merayapiku.
"mianhe jae joong-a,aku jg ga mw membohongimu, tpi ini kulakukan dgn terpaksa,arraseo?"
"sedang apa kau?"

aku tersentak. Kulihat jae joong berjalan di ruang tamu sambil menatapku.
Jantungku berdebar kencang, aku tergagap.
" se..sejak kapan kau ada disitu?"
"bru aja aku masuk, memangnya kenapa?"

jae joong berjalan menghampiriku. Dan duduk di meja makan. Jantungku berdetak tambah cepat.

"wah, ada angin apa? Tumben kau masak makanan yang benar, kau tidak sdang sakit kan?" ujarnya sambil mencomot kim-bab di meja makan.
Aku hanya bisa terdiam. Pikiranku melayang kmn - mana, aku benar-benar takut akan ketahuan.
"wae? Koq diam saja? Tidak seperti kau yang biasanya? Kau beneran sakid?"
jae joong menatapku khawatir. Aku menelan ludah. Hanya bisa terdiam.
Jae joong menghampiriku dan meraba keningku.
"tidak panas, tapi wajahmu sangat pucat! Gwenchana?"
"gwenchanayo.." ujarku lemah. Jae joong menatapku bingung. Diliriknya tanganku yang di perban.
"tanganmu tidak apa-apa?"
aku mengangguk. Dia memegang tanganku dan memeriksanya.
"loh,sudah kau ganti perbannya?" ujarnya smbil memerksa tnganku.
aku mengangguk.
"kau ini!! Benar-benar bodoh ya? Perbannya tidak rapi, dan lihat, aish!! Tanganmu berdarah, kau tidak sadar?"
"mwoe?"

jae joong menatapku kesal. Lalu bergegas ke kamar mandi, mengambil kotak p3k.
"cha~, sini!"ujarnya sambil menepuk-nepuk sofa ruang tamu.
"mwoeya?"
"sudahlah, cepat kesini, ppali!"
"mau apa kau?"
"kau pikir aku mau apa? Liat yang aku pegang tidak? Pabo! Masih saja bertanya! Cha~!"

aku duduk di sofa dgan cemberut. Jae joong mengambil tanganku, dan membuka perban yang melilitnya.
"Mengganti perban saja tidak bisa? sebenarnya apa yang bisa kau lakukan? Hah?"

aku mencibir. Jae joong memperhatikan tanganku.
"oMmO! Ya! Kau ini tadi melakukan apa sih? Kenapa lukanya jadi melebar begini?"
"aku tidak melakukan apa-apa. Kau terlalu membesar - besarkan!" ujarku jengkel. Jae joong menatapku serius.
"membesar - besarkan? Kau lihat saja sendiri Tanganmu! Lihat! Lukanya melebar! Kau apakan tanganmu? Kapan sembuhnya ini, dasar cewek psycho, menjaga dirinya sndri saja tidak bisa!"
"mwoe?psycho? Kim jae joong, lama-lama aku tidak tahan lg terhadapmu! Kau terlalu membesar-besarka masalah! Ini hanya luka kecil!"
"luka kecil? Lihat saja sendri, tanganmu terbelah -belah begini kau bilang luka kecil?"
"ne! Ini luka kcil!"
"kalau tanganmu di amputasi bru kau blg lka bsar?"
aku mncibir,yg di ikuti pelototan dr jae joong. orang ini benar- benar menyebalkan!!
ketika aku hendak membuka mulutku untuk berbicara jae joong mnatapku tajam.
"masih mau membantah??"

Kamis, 11 Februari 2010

Daftar fanfic dan halaman serta chapter dan index..

FANFIC Kim bum hero DBSK So ji sub 1

title : belum ditentukan author *kena lempar sndal*
author:andikariani
index:

chapter 1
chapter 2
chapter 3
chapter 4
chapter 5
chapter 6
chapter 7 part 1
chapter 7 part 2
chapter 8


on Going

Fanfic kim bum hero DBSK So ji sub 2

title: author belum menentukan
author :haruffi vivi
index:

chapter 1

on Going

Rabu, 10 Februari 2010

FANFIC Kim bum hero DBSK So ji sub

Chapter 5

jae joong terdiam. Kembali menatap hp nya.
Tidak ada pesan.
Jae joong menghela nafas. Memandangi poto yang menjadi wallpaper hpnya. Perasaanya campur aduk. Ingin rasanya membanting hp nya keras - keras. Atau sekedar menghapus wajah dalam poto itu dari hp nya.
Ia tidak bisa. Jae joong memilih menahan semua perasaannya,dan kembali termenung dalam pikirannya.

"hye kyo.."ujarnya lemah. Sangat lemah bahkan nyaris berbisik.

Kembali ia menatap wajah itu. Sangat tajam. Sangat dalam.
Tapi ia tidak bsa berbuat apa-apa lg, ia hanya bisa menatap wajah itu. Hanya menatap.

***

"jae joong oppa!!?!"

suara itu membuyarkan semua lamunan jae joong. Ia tersentak. Menoleh ke kanan dan ke kiri. Sepi. Tidak ada siapa - siapa.
Jae joong tertawa kecil smbil menggelngkan kpalanya. Tentu saja tak mungkin cewek psycho itu ada disini. Ini kan di atap kampus. Tidak ada seorangpun yang mw datang kemari.

"hye won-a, bahkan ketika kau tak ada di dekatku suaramu msih menggangguku."

jae joong tertawa kecil. Kembali teringat wajah adik tirinya itu. Tingkah lakunya. Suaranya. Hanya itu yang membuat jae joong tersenyum. Hanya hye won lah yang dapat membuat jae joong melupakan semua perasaannya. Melupakan semua rasa sakit yang ia pendam seorang diri,tanpa ada seorangpun yang tahu.
Hye won, sosok bertubuh gempal dengan bibir merah muda yang kecil itu selalu membuat perasaan jae joong bergetar dengan tingkah lakunya. Entah cara bicaranya yang khas, atau entah caranya memandang jae joong dngan penuh kesal. Terkadang jae joong sering memergokinya sedang memandang jae joong lama. Jika begitu, tingkahnya yang salah tingkah dan cepat marah menjadi hiburan tersndri bagi jae joong.
Jae joong memang sangat senang menggodanya. Terlebih melihatnya kesal dan marah - marah. Jae joong sangat menyukai wajah hye won yang memerah dan menatapnya tajam. Atau wajah hyewon yang seDang cemberut. Jika melihat nya, dada jae joong tergelitik. Ingin rasanya tertawa dan memeluknya, tapi tentu saja jae joong tidak melakukanNya. Dia cukup sadar posisinya. Kakak tiri dari hye won.

"so hye won.."

jae joong tersenyum riang. Adik tirinya yang hanya berbeda 7 bulan dengannya itu benar - benar membuat hatinya hangat kembali. Membuat hatinya merasa nyaman dan bergairah. Membuatnya melupakan hye kyo. Gadis yang ia cintai selama ini. Sekaligus gadis yang membuat dirinya menderita.
song hye kyo, gadis cantik bermata indah itu sampai sekarang selalu berada di dalam benak jae joong. jae joong memang tidak mengakuinya, tetapi jauh di dalam dasar hatinya, ia tahu bahwa hye kyo takkan pernah bisa tergantikan. meeski bibir nya membantah.
Ya,jae joong selama ini selalu memendam perasaannya. Hanya kepada hye kyo lah dia bersandar. Hanya kepada hye kyo lah dia menceritakan berbagai hal. Dan hanya kepada hye kyo lah dia memberika hatinya. Bahkan mungkin jiwa nya.

"hye kyo-a.."

hanya itu yang keluar dari bibir jae joong yang merah. Pikiran jae joong kembali menerawang jauh. Jauh ke masa-masa paling menghangatkan hatinya.
Hye kyo. Gadis manis itu slalu memberi kejuTan manis unTuk jae joOng. Membuat jae joOng semakin tergila -gila padanya.
Dia ada di setiap kali jae joong membuTuhkanNya. Dia ada di setiap kali jae joong menginginkanNya. Dia ada di setiap kali jae joong merindukannya.
Dia selalu terSenyum unTuk senyum jae joOng. Menangis uNtUk setiap air mata yang keluar dari mata jae joong. Dan tertawa unTuk setiap lelucon dan kebahagiaan jae joong.
Jae joong menghela nafas. Di genggamnya kalung yang berada di lehernya. Satu-satunya benda yang mengikat hubungan jae joong dan hye kyo.

"hye kyo-a..bogoshippoeyyo,jeungmal bogoshippo.."

***

"aish! Benar-benar kurang ajar! Cowok tak bermoral!"

sambil terus menggurutu,kubersihkan perban yang melilit tanganku serta baju ku dari tanah. Aku pun melangkah masuk ke dalam toko itu.
Luas. Berbagai perlengkapan dapur dan kue-kue terpampang di depan mataku.
Aku langsung lupa dengan tujuan awalku datang kesini. Dengan cepat kakiku melangkah ke arah kue - kue yang terpajang di kotak kaca.
Aku menelan ludah. Kue - kue itu terlihat sangat menggoda. Dengan riang aku pun memilih kue yang akan ku santap.
Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Tak apa kan? Toh aku belum beristiraht sejak tadi. jae joong juga pasti mengerti, benarkan kim jae joong ?
aku tersenyum puas. lalu menunjuk alah satu kue yang berada disitu dengan tangaku. pelayan itu keheranan melihat perban ditanganku yag berwarna merah . aku hanya tersenyum garing. dan aku pun menunjuk kue itu dengan tanganku yang satu lagi.

"miane,bisa tolong ambilkan kue itu?"

***

"trimakasih" ujar cowok itu. tersenyum ramah kepada pelayan di kasir. senyum yang bisa membuat semua orang tergila -gila padanya. senyum yang sangat amat memikat. sehingga membuat merah muka pelayan yang disapanya.
cowok itu tersenyum puas ketika berlalu menuju pintu keluar toko pecah belah itu. dalam hatinya tersirat kemenangn besar. kepuasan terpancar dari wajahnya yang halus dan menawan bak polesan. dia adalah kim bum, sang penakluk hati wanita.
kim bum merapikan setelan jasnya, dan tersenyum angkuh. menenteng bungkusannya, dan bergegas berjalan ke arah luar. langkahnya terhenti ketika melihat mug berwarna biru muda bergambar kucing putih yang sedang tidur. ia tersenyum dan bergegas menuju rak mug itu.

***

"hemz.. aku baru tau ada toko seperti ini" ujar ku. hye won berjalan -jalan di toko pecah belah itu smbil menyantap kue yang dibelinya tadi. dia sudah lupa dengan semua kekesalannya pagi ini. semua itu terobati karena kue yang dia makan.
seketika pandanganku tertumpu pada sebuah mug berwarna biru muda bergambar kucing putih yang sedang tidur. matanya membulat mulutku ternganga. ditelannya bulat sepotong kue yang tersisa dan dengan segera ku pegang mug itu. tetapi belom sempet ku pegang, mug itu sudah tergenggam tangan lain. aku pun mendongak mencari siapa pemilik tangan yang telah mengambil mug'ku' itu.

"mianhe, itu mug saya" ujarku sopan
"mweo? punya mu? tapi tidak tertulis nama di mug ini"
"tapi saya duluan yang melihat mug itu. dan saya ingin membelinya"
"anni. saya duluan yang memegangnya jadi mug ini punya saya"
"ne?? miane, tapi saya sangat butuh mug itu. bisa berikan kepada saya? saya sudah memutar 5 toko hari ini untuk menemukan mug itu, tapi tidak dapat-dapat , dan saya lihat mug itu disini tinggal satu, tolonglah, saya benar- benar membutuhkannya , bisa tolong berikan kepada saya?"

cowok itu menatap ku agak lama. lalu tersenyum manis. dan kembali menatapku. harus kuakui senyumnya memang amad sangad menawan saat itu. dan membuat wajahku merah seketika.

"benarkah? tapi sayang, aku juga menginginkan mug ini jadi bagaimana donk?"

aku menghela nafas. cowok ini benar - benar menyebalkan . ku paksakan senyumku dan kutatap wajahnya tajam.

"tolonglah sunbae, saya benar-benar membutuhkannya. sunbae bisa mencari mug lain yang lebih bagus daripada itu. saya mohon pengertian sunbae"
"itu bukan urusanku kan?"

seketika amarahku naik. aku benar -benar tidak tahan lagi. aku menatap cowok itu tajam.

" ya!!!! kau laki -laki apa bukan seyh?? tega sekali kepada wanita!! dasar tidak punya perasaan!!"
" mweo?"
"berikan gelas itu padaku!!! kau kan bisa mencari yang lain"
"anni. gelas ini milikku!"
"ne? ya!!! gelas itu punya ku aku duluan yang melihatnya!!!"
"anni. ini punya ku aku duluan yang mengambilnya"

dengan kesal kutarik gelas ditangannya itu ke arahku. aku kira dia akan melepas pegangannya, tetapi dia malah menarik kembali gelas itu ke arahnya. dan kami pun tarik menarik gelas.

"berikan padaku!!!! ini punyaku!!!!!"
"anni. ini punyaku "
"punyakuu!!!"
"punyaku!"
"punyakuuuuuuu!!!!!"
"gelas ini punyaku!"

dia menarik gelas itu kuat sekali sehingga genggamanku pada gelas itu terlepas. aku pun terdorong ke belakang. senyum kemenangan terpancar di wajahnya. ku tatap dirinya dingin. dari atas sampai bawah.
dia balas menatap ku dingin dan angkuh. benar -benar habis kesabaranku. aku benar -benar kesal sekali. seketika aku tersadar. pria di depanku ini memakai jas hitam dengan sepatu hitam mengkilat. sosoknya tinggi tegap, sama percis dengan sosok yang menabrak dan menginjak tanganku di depan tadi.
aku menatapnya nanar. lalu melengos. dia balas menatapku dingin sambil memegang erat gelas itu.

"hah!! ternyata kau?? pantas saja tak punya hati!! dasar pria gila!!!"
"wae? " ujarnya terbelalak. sepertinya dia tidak sadar dengan apa yang ia lakukan tadi terhadapku. dan dia tidak sadar bahwa akulah orang yang dia tabrak tadi.

"cowok gila!!!!" ujarku sambil menginjak keras -keras kakinya. spontan gelas itu terlepas dari tangannya. dengan sigap kutangkap mug itu. sementara dia meloncat -loncat kesakitan memegangi kakinya. dia mendongak menatapku kesal. aku tersenyum puas.

"itu balasan atas apa yang kau lakukan di pintu depan tadi padaku!!!"

aku pun melenggang pergi meninggalkannya yang sedang berteriak-teriak sendirian.

FANFIC Kim bum Hero DBSK So ji Sub

Chapter 4

aku memandangi pecahan gelas yang kuletakkan di meja makan. Hancur. Tidak bsa di perbaiki lagi.
Aku menghela nafas panjang. Ottoekhe? Bisa dibunuh aku bila jae joong tau! Ini kan gelas kesayanganNya. Memang dia tak pernah mengatakanNya,tapi aku tahu dia sangat menyukai gelas ini. Terkadang kulihat dia memeluk bahkan memandang sayu ke arah gelas ini lama.
Lagi - lagi aku menghela nafas. Aku benar - benar bingung sekarang.
Ku pejamkan mataku dan berfikir keras. Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa yang harus ku katakan pada jae joong nanti? Aish! Benar - benar pagi yang menyebalkan!
Aku kembali memandang pecahan gelas di hadapanku. Benar-benar hancur tak berbekas. Tidak mungkin akan menjadi gelas yang utuh jika aku memperbaikinya.
Pikiranku melayang kemana - mana. Mencoba mencari - cari kata dan alasan yang tepat untuk jae joong nanti.
Seketika aku teringat changmin. Bergegas ku ambil hp ku dan kuTekan nOmOR Changmin.

"ahkk!!! Apayo.."

aku mengibas - ngibaskan tanganku yang terluka. Karena terlalu terburu - buru, aku lupa memencet toMbol hp keras - keras menggunakan jariku yang terluka.
Kutekan kembali nomor changmin di hp, dan ku arahkan hp ke telingaku. Aku menunggu sebentar.

"changmin-a. Dimana kau?" ujarku setengah menangis.
"yoeboseoyyo,Nona? Kau knp?"ujar changmin disebrang sana.
"anni. Ah,hanya ada disikit masalah"
"mweo?"
"dega.."
"mweoya?"

aku tercekat. Rasanya susah sekali mengatakannya kepada changmin. Ku pejamkan mataku. Dan menarik nafas.

"aku memecahkan gelas jae joong oppa"
"NE???"

Dengan segera kujauhkan hpku dari telinga. Suara changmin sangat keras tadi.

"changmin-a. Jgn berteriak kencang - kencang! sakit sekali telingaku ini mendengar suaramu."
"mianheyo nona. Aku kaget sekali tadi. Bagaimana bisa kau pecahkan? Omona,gelas itu gelas kesayangan hyung, kalau dia tau gelasnya pecah. Aku tidak bsa membayangkan reaksinya" ujar changmin setengah bergidik.

"arasseo! Arasseo! Changmina, ottokheo? Aku benar - benar bingung mesti berbuat apa "
"memangna tidak bisa di perbaiki nona? Di lem misalnya?" ujar changmin polos.

"aish! Kalau bisa aku tidak akan menelponmu! Pabo!" ujarku sewot. Changmin terkekeh kecil mendengar ucapanku.

"bagaimana kalau beli gelas baru yang sama percis?"

aku terdiam. Mataku membulat. Wajahku beseri - seri.

"oMmo! Kenapa tidak terfikirkan dari tadi! Aish,bodoh skali diriku."

changmin hanya mesem - mesem kecil di sebrang sana mendengar perkataan noNa nya.

"yasudah nona, aku mau masuk dulu ya, pintu theater nya sudah terbuka tuh. Teman - temanku belum masuk karena menungguku. Tidak enak rasanya"
"ah, mianhe changmin-a, aku telah mengGangGumu. Gomawo, Aku benar - benar tertolong. Mwahh! Saranghae deongsae!"

Wajah changmin seketika memerah,dia menuTup telpoNnya dan bergegas menuju ke teman - temanNya.

"wae? Koq wajahmu memerah oppa?"
"anni."ujar changmin cepat. Kedua temannya berpandangan bingung. Changmin merangkul keduanya dan mendororog mereka lembut ke arah pintu teather. " Eun ri ,min ah, cha~"

***

aku memandang wajahku di cermin. Membulatkan tekadku. Dan mengangguk sendiri.
Ku ambil tasku dan keluar dri rumah Dengan perasaan berdebar.
Baru saja selangkah keluar rumah, aku terdiam. Mukaku mengeras ,mataku melotot muluTku terbuka lebAr.

"pabo! Aku kan tidak tahu dimana tempat menjual gelas seperti itu! Aish! Hye woN kau ini benar - benar bodoh!"

***

ini toko ke 5 yang aku datangi. Wajahku kusut. Rambutku sudah berantakan. Penampilanku tidak karuan.
Rasanya lelah sekali. Kalau bukan karena rasa bersalahku kepada jae joong, pasti aku tidak akan se'ngotot' ini mencari gelas yang sama.
Ah,iya,aku memangGil jae joOng terkadang tanpa kata oppa. aku merasa, umur kami sama jadi tak perlu memanggilnya oppa. walau terkadang aku merasa kurang sopan juga jika dihadapan orang -orang. oleh karena itu,Aku memanggilna oppa jika didepan orang banyak. Hanya untuk menjaga kesopanan dan memperjelas status kami sebagai kakak-adik.
Kupandangi toko pecah belah di hadapanku. Terpampang dengan besar dan jelas di papannya.
'j&h souvenir, bakery and kitchen set'
agak lama aku menatap papan nama toko tersebut. Jauh dalam hatiku sangat berharap bahwa toko ini menjadi terakhir yg aku datangi.
Aku mengangguk dan bersiap masuk. Ketika aku akan melangkah. Sesuatu mendorongku ke depan dengan kuat. Dan membuatku kehilangn kseimbangan.

"BRUKK!?!!"

Aku jatuh tersungkur. Wajahku mencium tanah. Tanganku terantuk ke depan. Aku meringis.
SeDetik kmdian,aku merasa sesuatu yang berat meniban tanganku.

"aduhh!!?!"

rasa perih menyambar ke seluruh tubuhku. Kulihat perban yang membalut tanganku mulai berwarna merah. Lukaku terbuka.
Secara reflek aku duduk. Dan menimang - nimang tanganku sambil meniupinya. Berharap rasa perih itu hilang sedikit.

"miane! Miane!" ujar pria berjas hitam itu cepat. Ia menoleh sbntar k arahku lalu brlari masuk k dalam toko. Tanpa membantuku berdiri atau melihat keadaanku.
"chankamman! Ya? Ya?!!"

aku terbengong - bengong sendirian. dia bahka tidak menanyakan keadaanku!!!

"aish!!! mengapa sial sekali aku hari ini!! jangan - jangan aku mempunyai kutukan dengan cowok!! dasar cowok brengsek semua!!!"

Senin, 08 Februari 2010

Fanfic kim bum hero dbsk so ji sub

Chapter 3

"oppa! Sudah mau berangkat?"
"ne.."

cowok itu merapikan jasnya, mengambil tas dan bergegas menuju keluar rumah.

"annehaseyo eun ri"
"annehihaseyo oppa"

gadis itu berlari kecil menghampirinya. Cowok itu terkikik melihat tingkahnya.
Eun ri. Gadis kecil itu telah berumur 18 tahun,tetapi kepolosan gadis itu belum juga hilang.
Cowok itu membuka pintu mobil dan merebahkan bdannya di kursin. Menyalakan mesin, Lalu menatap eun ri dari blik kaca mobil.

" hati-hati dijalan oppa! Saranghae"
"saranghae adik kecilku" ujarnya smbil terSenyum. Gadis itu langsung menekuk wajahnya.

"oppa! Aku bukan adik kecil lagi! Aku sudah kuliah"

cowok itu tertawa dan menatapnya penuh sayang.

"ne,arasseo! Kau sekarang bkan adik kcil lg,tapi adiku yang manis"

eun ri tersenyum dan melambaikan tangannya.

"hati2 oppa!"

cowok itu melambai dan segera meluncur meninggalkan rumah. Teringat wajah eun ri yg sdang tersnyum tadi,adiknya yang paling kecil, cowok itu pun tersenyum.

***

"ok. Rapat hari ini selesai. Sekertaris lim, tolong catat semua hasil rapat hari ini. Setelah itu tolong antarkan ke ruanganku."
"baik, direktur"

segera cowok itu keluar dari ruang rapat. Dan menuju ruangannya.
Sesampainya di ruangannya, dia merebahkan dirinya di sofa. Rasa lelah terpancar dri wajahnya. Dia pejamkan mata, terbayang wajah taeyeon dan eunri. Dua adik kecilnya yang sudah dewasa.
Rasanya baru kemaren dia melihat dua adiknya tamat sma.
Dia lalu menutup matanya dengan tangannya. Air matanya mengalir. Kembali teringat kejadian pahit yang harus dia sembunyikan dari kedua adiknya itu.

"mianhe.."

dia pejamkan matanya. Dan dia tertidur.

***

"oppa!?! Oppa!!?! Bangun!? Oppa!!"

dia membuka membuka mata. Taeyeon berada diHadapannya dengan wajah panik + kesal. Dia pun bangkit dan duduk di sofa. Masih setengah sadar dia tatap wajah taeyeon.

"ada apa taeyeon?"
"oppa! Ini sudah jam brp? Knp oppa malah tidur disni? Oppa lupa dgn janji oppa kah?"
"janji?"

taeyeon mendecak. Lalu menatapnya marah.

"aku sudah tahu akan begini. Aish!! Knp oppa makin lama makin pikun!"

dia terdiam. Mencoba mengingat-ingat ada hal penting apa yang trlwat hari ini.

"oppa! Kau janji mau mengambilkan pesananku di toko kue! Aku kan tidak bsa mengambil sndri! Aku msti k tmpat temanku skrg,aku kira oppa tlah mengambilnya,toko kue iTu mNlpn ku tadi,menanyakan pesananNya jdi diambil tidak? Krn smwa pegawainya sdang kLuar! toko iTu tidak bsa mngantar! Ottoekhe?! Aish!!"

dia mendesah lega. Lalu sgera berdiri,merapikan jasnya dan terSenyum pada taeyeon.

"baiklah,kau tnang sja, akan oppa ambil skrg! Lngsng oppa antar k tmpat ulangthun temanmu! Kau tngGu dsana saja y"

taeyeon terdiam. Lalu mengangGuk.
Dia terSenyum dan bergegas kLuar dri kantor.
Tanpa tahu,terpancar snyum pnuh arti dri taeyeon.

Fanfic Kimbum Hero dbsk So ji sub

chapter 1

chapter 2

sepeninggalan ji sub oppa dan changmin,suasana ruang makan saat itu benar - benar hening. aku dan jae joong sibuk dengan kegiatan sndiri. aku melahap bubur ayamku dengan malas. bukan karena tidak enak, tapi karena jae joong berada disana. di ruang makan. dan hanya berdua denganku!!

"kau kenapa? kog daritadi diam saja?"

aku pura- pura tidak mendengar ucapannya itu. rasanya sangat malas untuk meladeninya. yang ada nanti malah bertambah buruk suasana hatiku.

"hye won, kau tidak dengar aku sedang berbicara dengan mu?? apa kau tuli??"

sialan! dia mengataiku lagi! aku coba bersabar. aku menghela nafas, dan kembali menyendokkan bubur ayam itu ke mulutku lagi. dan berpura - pura tidak mendengar ocehannya.

"ya!!!!! aku sedang berbicara denganmu!! jawab pertanyaanku!! apa kau tuli??"

ku gigit bibir bawahku. amarahku hampir saja meledak. tetapi aku masih bisa menahannya. aku kembali menghela nafas dan mencoba tidak menghiraukan ucapannya.

"ya!!!!!! so hye won!! aku sedang berbicara pada mu?? kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?? apa kau tuli???"
"kau tak lihat aku sedang makan?" ujarku dengan suara bergetar. menahan marah.

jae joong terdiam. sepertinya dia tak puas dengan jawabanku. kulirik dia dengan sudut mataku. dia terlihat kesal dan gelisah. sesekali dia menyendokkan bubur ayam ke mulutnya. dan sesekali dia menggaruk kepalanya sambil mendecak- decak.
geli juga aku melihat dia bertingkah seperti itu. sebenarnya kalu mau jujur dia itu sebenarnya manis. juga tampan. hanya tidak tau kenapa sikapnya buruk sekali padaku, jika dibandingkan dengan teman-teman wanitanya. entah apa yang ada di dalam pikirannya. mungkin ia membenciku karena aku adik tirinya. tapi kepada so ji sub oppa,dia biasa - biasa saja.
kulirik dia dari sudut mataku. wajahnya masih terlihat kesal bercambur bingung. aku tersenyum sdnri. sebenrnya kalau sifat jelek + sering mengejeknya bisa dihilangkan pasti dia akan sangat manis. dan mungkin aku bisa jatuh cinta pdanya.
dia datang ke hidupkan sejak 5 bulan yang lalu. ayahku mengenalkannya sebagai anak dari calon ibu baruku. tentu saja aq dan so ji sub oppa awalnya kaget, namun demi kebahagiaan appa, aku dan so ji sub oppa hanya dapat menerimanya dengan ikhlas.
jae joong dan aku berumur 20 tahun, hanya bulan yang membedakan ulangtahun kami. karena jae joong lahir lebih dulu daripada akku, yaitu 30 januari, sedang kan aku lair pada tanggal 30 agustus, maka ditetapkan jae joong lah sebagai anak kedua. dan disusul changmin yang berumur 18 tahun sebagai anak terakhir.
karena satu dan dua sebab, ayah dan ibu(tiri)ku tetap tinggal di amerika. sedangkan jae joong dan changmin tinggal di korea. bersama dengan so ji sub oppa dan aku. ayah dan ibu tidak merasa khawatir karena mereka percaya kami sudah dewasa dan bisa menjaga diri sendiri.

"kenapa kau tertawa? ada yang lucu dari diriku kah?"

aku tersentak. rupanya daritadi aku tidak henti -hentinya tertawa. dan ternyata dia memperhatikan ha itu. aku berdehem. untuk mengurangi salah tingkahku dan memasang tampang jutek pdanya.

"siapa yang tertawa? pede sekali kau"
"mweo???? aku kan bertanya baik- baik, tidak bisa menjawab dengan baik-baik juga kah? dasar cewek psycho!!"
"mweoya?? psycho???"
" kalau bukan psycho apa namanya?? pertama kau bangunkan aku setiap pagi dengan cara yang luar biasa!!! lalu setiap pagi kau masakkan makanan yang tak bisa ku makan!! sekarang kau tertawa sendiri!! apa itu namanya bukan psycho??"
"mweo??" ujarku sambil menatapnya. kubuang muka ku dan segera berdiri dari meja makan. hilang sudah nafsu makanku pagi itu. kubereskan segera piring2 yang terdapat di meja makan. termaksud piring jae joong.

"eh..ya!!!!! sedang apa kau?? kenapa piringku diambil??"
"katanya tak bisa makan ini? daripada di hina - hina terus lebih baik ku buang saja. kasian kan makanan itu untuk dimakan bukan untuk dihina-hina"
"wae??? lalu aku makan apa? kau kasian pada makanan tapi tak kasian padaku?"
"kasian? padamu? aku sudah gila kalau aku merasa kasian padamu!"

ku letakkan piring dan gelas di wastafel dengan kasar. jae joong sedikit tersentak. kucuci semua piring dengan kasar karena masih kesal. jae joong terdiam melihat ulahku. tersirat takut di wajahnya.

"so hye won!! masakkan aku sesuatu!! aku lapar!! sudah telat untuk pergi ke kampus ini!! kau tahu sndiri aku tak bisa belajar kalau perutku kosong!!"
"tadi kan sudah ku masakkan tapi tidak kau sentuh"
"bagaimana mungkin aku bisa memakannya?? itu bukan makanan, tega sekali kau berikan itu kepadaku!"
"oppa dan changmin tidak keberatan memakan itu. kau saja yang banyak tingkah"
"mweo?? aku banyak tingkah? ya!! kau saja yang memasak makanan tidak jelas untukku!! aku tidak mau tahu!! masakkan lagi!!"
"appogo!"
"masakkan lagi!!!!"
"appogo!!!!" ujarku sambil membanting gelas yang sedang kupegang ke wastafel. jae joong terkejut. begitupun aku. seketika wajahku memucat. melihat gelas yang kupecahkan ternyata gelas milik jae joong. reflek aku langsung memungutnya. tetapi karena terburu-buru, pecahan gelas itu melukai tanganku. aku pun meringis kesakitan.

"aish!!!"
"wae? kau knp?"
"gpp"
"benar kau gpp?"
"ne!"

sepertinya jae joong tidak percaya ucapanku. dia bergegas menghampiriku dan melihat kedua tanganku.

"aish!!! kau ini bodoh yah?? jari mu terluka begini kau bilang tidak apa???"
"aku memang tidak kenapa- napa!!"

jae joong melototiku dan menjulurkan tanganku ke arah wastafel. dia membuka kera air sehingga air mengalir membasahi tanganku. darahku pun bercucuran.

"kau cuci bersih tangan mu, aku akan mengambil kotak p3k"

aku terdiam. dia bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil kotak p3k. dia bahkan tak sempat melihat bahwa gelasnya yang kupecahkan. kim jae joong, apa maumu sebenarnya. terkadang sangat menyentuh hatiku terkadang membuatku ingin membunuhmu!!

***

" lain kali hati-hati!! kau ceroboh sekali sih jadi cewek!! aku khawatir tidak akan ada pria yang mau menikahi mu nanti!!"

aku tak menjawab ejekannya. apa yang barusan ia lakukan membuatku tak mampu menjawab ejekannya. aku hanya menatapnya kesal.

" yasudah. kau tunggu disini. biar aku yang membereskan pecahan gelas itu! kau ini selalu merepotkan ku saja"

aku hanya mencibir. dia berjalan menuju dapur. seketika aku teringat. gelas yang pecah itukan miliknya. aku langsung panik.

" jangan!!!"
"wae???"
"emm.. itu.. biar aku yang membereskannya sendiri." ujarku setengah memaksa. dia mengerutkan keningnya. memasang wajah 'memang-kenapa-kalau-aku-yang-membereskannya?' itu.

" emz.. kau kan sudah telat untuk berangkat ke kampus!! sudah sana berangkat!!!"

jae joong tak bergerak. masih memandangku aneh. aku pun bertambah panik. tanpa sengaja aku membentaknya.

"jang joong-a!! cepat berangkat!!! kau mau aku laporkan ke so ji sub oppa bahwa kau telat kuliah hah???"

jae joong yang mendengar ucapanku langsung bergegas mengambil tas dan keluar dari rumah. aku yang melihatnya telah keluar rumah langsung bergegas menuju wastafel tempat aku memecahkan gelasnya. kupandangi gelas itu dengan perasaan bersalah.

"ottoekhe.."

Sabtu, 06 Februari 2010

Fanfic kim bum hero DBSK So ji sub 2

Universitas Seoul.
Itu adalah nama universitasku. Yap! Aku Kim Eun Ri adalah salah satu mahasiswi yang beruntung dapat belajar di salah satu universitas populer negara Korea. Hehehe, keberuntungan itu terjadi hanya karena aku menang kuis di tv, yang berhadiahkan tiket gratis masuk ke perguruan tinggi keren ini tanpa ujian! Hohoho, beruntungnya diriku.
Ku buka buku pelajaran yang seDari tadi ku tenteng. Dan menbAcAnya dengan serius, sampai ketika..

"sReT!!"
headphone ku melorot sampai ke mata. Kepalaku tertunduk,bibirku menyenTuh buku yang sdang kubaca.
Aku mendongak. Mencari orang yang mengganggu aku membaca buku pelajaran itu. Orang yang mendorong kepalaku hingga tertunduk mencium buku.

"Shiwon-a!!"
"mweo??"
"kenapa kau ganggu aku! Tidak bisakah kau lihat aku seDang belajar??"

shiwon tertawa. Lalu mengaCak - aCak rambuTku.
Aku mengelak. Dan dengan kesal kutatap wajahnya. Kututup buku yang seDang kubaca. Lalu berdiri.

"Shiwon-a, sudah berapakali ku bilang jangan mengacak-acak rambutku! Memangnya aku anak kecil? Hah?"
"miane. Habis aku tak tahan melihat mu duduk di luar kelas sendirian. SeDang apa kau?"
"daega? Kau tuli ya? Sudah ku bilang aku sedang belajar!"

Jumat, 05 Februari 2010

FANFIC kim bum Hero DBSK So ji sub 1

Chapter 1

"ji sub oppa! Bangun!"
"aku sudah bangun hye won"

aku pun bergegas menuju kamar selanjutnya setelah mendengar suara ji sub oppa.

"changmin-a!! Bangun!!"
"sudah nona"

segera ku alihkan ke kamar selanjutnya.

"jae joong oppa! Bangun!!"
tidak ada jawaban.

"jae joong oppa!!! Bangun!?!"
tidak ada jawaban.

"aish!! Selalu saja begini setiap pagi!! Sebenarnya apa kerjanya tiap hari sih! Selalu saja susah dibangunkan" ujarku menggerutu sendiri di depan kamar jae joong sambil menggedor - gedor pintu kamarnya.
"ya!!!! Jae joong oppa! Bangun! Jae joong oppa!!!"
tidak ada jawaban.

Ku coba membuka pintu kamarnya. Terkunci.
"aish!!?!"

Dengan kesal ku ambil kunci kamar cadangan yang terletak di lantai 1 rumah kami. Ji sub oppa dan changmin yang seDang gosok gigi hanya menggelengkan kepalanya mendengar langkah kakiku yang ku hentakkan keras - keras.

"ya!!! Jae jong oppa! Bangun! Atau aku akan memakai kekerasan untuk membangunkanmu!"
tidak ada jawaban.

Segera kubuka pintu kamar jae joong dengan kunci cadangan yang berada ditanganku. Dengan sekuat tenaga ku dorong pintu kamar tersebut.

"aish!! Kamar apa kebun binatang ini! Tidak ada bedanya dengan kandang hewan didalam sini!"

ku edarkan mataku ke seluruh penjuru kamar. Baju berserakan. Bekas bungkus roti. Kertas lecek. Bantal guling. Semuanya tercampur menjadi satu di lantai kamar. Sementara yang punya kamar terlelap di atas ranjang dengan posisi yang sangat aneh.
Ku ambil guling yang terjatuh di lantai,dan aku menuju tempat tidur jae joong. Dengan sekuat tenaga ku pukul punggungnya dengan bantal.

"aduhh! Sakit"ujar jae joong mengelus - ngelus punggungnya.
"oppa! Bangun! Nanti kau telat ke kampus!"
jae joong meringis,dan menatapku kesal.
"ya!!! Bisa dengan cara biasa tidak sih kau bangunkan aku? Bisa mati aku kalau kau bngunkan dgn cara itu setiap hari!!"
"mweo? Dengan cara biasa? Bisa rusak pita suaraku jika aku bangunkan kau dengan cara biasa!! Tidur koq seperti orang mati! "
"ya!! Kau mengataiku orang mati? Kau tak lihat aku sehat bugar begini? Tak bisa bedakan orang mati dengan orang sehat ya?"
"aish! Iya,iya,miane, kau bukan orang mati hanya orang gila! Lama-lama aku bisa tertular gila jika setiap pagi seperti ini"
"mweo? Aku gila? Ya!! Kau__"
"sudah sudah aku tidak ingin berdebat lagi, cepat mandi, kau bisa telat nanti." ujarku memotong ucapannya. Aku tahu bisa -bisa sampai malam jika aku terus meladeni ucapannya.

Segera aku berbalik keluar kamar, ketika ku lihat wajah jae joong sudah segar.
Jae joong menatap ku kesal,lalu mengacak - acak rambutnya. Dan merebahkan tubuhnya kembali ke kasur.
Ketika hendak keluar kamar,aku kembali berbalik untuk melihat apakah jae joong benar2 sudah bangun.
Dia tertidur lagi.

"JAE JOONG OPPA!!!"
jae joong langsung beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi.
***

"ya!!! ini apa ???"

aku melirik enggan ke arah jaejoong.
" bubur ayam" ujarku malas.
" bubur ayam??? makanan apa itu???"
" makanan khas indonesia." ujarku malas. ji sub oppa dan changmin hanya tersenyum melihat tingkah ku dan jaejong yang seperti anak kecil.

" aish!!! kau bilang ini makanan? ini cuman nasi lembek yang diberi kuah kari dan kecap!!!"
"ya!!!!! kau bilang apa? kau berani menghina makanan dari negara ku???"
" aku tidak menghina makanan dari negara mu, tapi ini kenyataan, kau bisa lihat sendiri isi mangkok ini hanya nasi lembek dengan kuah kari dan kecap. kau ingin membunuhku ya? aku tidak bisa makan makanan seperti ini"
" mweo??"
" aishh!! benar - benar sial aku mengikuti keinginan papa untuk tinggal di korea. coba saja aku masih di amerika,setiap pagi aku tidak akan mendapat kesialan seperti ini!!!"

aku melotot. aku rasa sudah cukup kesabaranku pagi ini.kurasakan muka ku memanas.
benar - benar menyebalkan makhluk satu ini!!! tidak henti - hentinya dia mengejekku dari berbagai arah!!
tangaku mengepal. ji sub oppa yang menyadari kemarahanku langsung menghela nafas panjang.

" hye won, jae joong sudahlah. hentikan.. semangat makanku jadi hilang melihat tingkah laku kalian"
" nona, sudahlah. kak jae joong memang sifatnya seperti itu. kau sendiri juga sudah tau kan? semakin diladeni dia akan semakin menjadi." ujar changmin.

ku pandangi wajah ji sub oppa dan changmin yang terlihat melas. tersirat iba dihatiku dan langsung hilang seketika marahku. memang, jika aku dan jae joong sedang bertengkar. pasti mereka berdua yang melerai. aku tidak kuat melihat wajah mereka yang sedang 'memohon'.
aku pun langsung duduk. kugeser kursiku menjauhi jae joong. dan menyantap bubur ayam yang terletak di meja makan dengan lesu.

"ya!!! kenapa kau menggeser kursi mu jauh - jauh dari ku? memangnya aku kuman apa??"
" jae joong oppa!"

jae joong oppa menatap changmin dengan muka 'ada-apa-sih?-ini-bukan-salahku-tau' nya. changmin melotot ke arah jae joong dan memasang wajah seram, sehingga jae joong bergidik melihatnya. ji sub oppa terkikik melihat jae joong.

"sudah- sudah. hye won, aku berangkat dulu ya! kau mau aku antar tidak?"
"anneyo"
"ya sudah, aku berangkat dulu yah"
" oppa , aku ikut"

changmin dan ji sub oppa bergegas keluar rumah.
"hati2 hati dijalan yah"

***

Selasa, 02 Februari 2010

Bener2 jaTuh cinta!

Huah!
SorRy bru ngepost, maren gw keasikan bAcA FanFic, MINsUn *shy*

linknya sama koq,sama link fanfic junsu, cuman maju ke dEpan dikid dri thread junsu.

Btw,gw bru tw selain perSoNil superjunior yg *amat sngat* cuTe iTu, ada 1 lg perSoNil suJu yg bikin gw kLepek2 *shy again*
buT,gw ga tw namanya sapa!!
*poor me*

dan setelah berkuTat2 dgn uTube yg amad lola loadingnya.*koNeksi net nya yg lola* akhirnya slama 3 jam hanya berhasil dnger 3 lagu!
SoRry soRry _suju
geE_SNSD
SNowFLower_soJisub

ekekeke, sbenerna gw mw liad lbh,cman adE gw di net ngrek2 pengen liad snOwfLower yg dibAwain soJisub.
Hasilnya?
Dalam 3 jam, mendownload 3 file + menOnToN 3 vidEo!!

ZzZ
waNna go to NET Again.. T.T